PROGRAM AKTA IV = PELAMPIASAN ???
April 30th, 2009 by ienadua(disclaimer: ina punya rencana masukin tulisan kontroversial ini ke kolom di koran, tapi lagi nyari rubrik yang pas. Dilarang menjiplak sebagian/seluruh isi tulisan ini. Plagiarism is a crime)
Sebelomnya, ina meramal (haiah…emang mama laurent :p ) bahwa setelah orang baca tulisan ini, akan ada 4 reaksi, yaitu:
1.Setuju dengan isi artikel ini:biasanya sih orang2 berbasis kuliah di perguruan neh
2. Ga setuju dengan isi artikel ini : biasanya orang-orang yang berniat/pernah ambil akta IV
3. Netral
4. No comment
Ina minta maaf kalo ada yang tersindir setelah membaca artikel ini. Bukan maksud diskriminasi kok. Ina Cuma pengen ini jadi bahan perenungan kita terutama manusia-manusia yang bersangkutan (termasuk ina sendiri). Maklum coy, ina kan bukan aktivis yang berani demo, so demonya lewat tulisan aja.Hihihi…
Layaknya pengesahan UU BHP (Badan Hukum Pendidikan) yang mengundang kontroversi kalangan pendidikan, ada satu hal lagi yang menjadi perdebatan. Mengenai PROGRAM AKTA IV alias program selama satu tahun bagi mereka yang ingin jadi guru (peserta berasal dari S1-non kependidikan).
Dengan tegas ina bilang, kalo ina SETUJU BILA PROGRAM AKTA IV DIHAPUSKAN. Sebagai mahasiswi jurusan kependidikan, bukan berarti ina takut bersaing merebut lapangan kerja dengan mereka calon guru yang lahir dari akta IV. Nggak, ina NGGAK TAKUT coz ina percaya rezeki udah ada yang atur.
AKTA IV adalah bukti salah satu ketidakadilan bagi mahasiswa yang berasal dari jurusan keguruan/kependidikan.Ya iyalah, mahasiswa jurusan kependidikan selama empat sampai tujuh tahun mengenyam bangku kuliah untuk dididik menjadi calon guru. Sedangkan mereka yang ambil akta IV kan berasal dari program SI ilmu murni. Bayangin, masa belajar jadi calon guru Cuma dalam waktu satu tahun???? Bahkan di salah satu PTS swasta terkenal di jogja, hanya delapan bulan!!! Itupun masuk kuliah jam malam dan jadwal tidak padat. See, kualitas macam apa yang dihasilkan dari program akta IV???! Di samping itu, mereka yang lulus program akta IV nantinya punya dua lapangan kerja berarti, di bidang pendidikan dan non kependidikan. Nah ga adil dong bagi kami yang kuliah di jurusan berbasis pendidikan, kami nggak bisa ‘lompat’ setelah lulus untuk program akta ilmu murni.
Alasan kedua, akta IV adalah sebuah pelampiasan bagi sarjana pengangguran. Mereka kehilangan problem solving alias ngelamar kerja yang bagus,ditolak melulu kemudian langsung ambil akta IV. Padahal berdasarkan penelitian di lapangan secara riil, pada awalnya SEBAGIAN BESAR dari mereka ga mau ambil jurusan kependidikan karena GENGSI. Ih, ujung-ujungnya juga menjilat ludah sendiri. Hahaha, ga tahu malu.
Ina sendiri, jujur emang awalnya ga mau masuk keguruan tuh bukan karena gengsi, tapi emang ngerasa i’m not good at public speaking. Tapi Allah ternyata menggariskan lain.
UNY dan (sepertinya) universitas negeri lainnya sudah menutup program akta IV. Ina harap sih PTS-PTS juga menutup program akta IV. Jangan sampai pemerintah menjadikan program akta IV sebagai peluang memperkecil angka pengangguran di Indonesia ini. Emangnya tumbal ! Lihat dong ke depannya, kalo kualitas ga bisa dipertanggungjawabkan ya sama aja bohong. Sama aja dengan sebuah pembodohan di kalangan insan akademik pendidikan.
Dosen-dosenpun hampir semua setuju dengan penghapusan program akta IV ini.
Sering banget ina ketemu orang yang bertanya:
“Na, kamu kuliah di mana?”
“UNY”
“Oh, pasti mau jadi guru. Kok mau sih Na? “
Atau gini….
“Lah, kamu salah univ tuh Na. UNY tuh kalah saing,kurang prestise.”
Tapi ada juga yang…
“Hmmm,, bagus deh Na. Semangat ya!”
Ketika salah satu orang (kebetulan orang ini lulusan UGM, teknik lagi) meremehkan , mengunder-estimate, menjudge yang ga bagus tentang kuliah ina,ina sebel juga. Ina Cuma bisa tersenyum pahit manakala orang tersebut ternyata akhirnya ambil akta IV karena bosan jadi sarjana nganggur, bahkan ia tidak lulus CPNS formasi guru di akhir 2008 kemarin. Padahal ina masih ingat betapa sombongnya dia bilang begini setelah tes CPNS , “Jadi guru itu pasti gampang.Ga perlu pengalaman, apalagi guru SD. Haha”
Ckckck…dasar sok tahu…
Oya buat temen-temen , kalian semua, yang kuliah di jalur program / jurusan kependidikan, ayo jangan mau kalah dalam memperbaiki kualitas. Malu dong kalo kualitas kita kalah dibanding produk calon guru dari akta IV.
Jogja, 28 april 09,
i.e.n.a